Perjalanan Panjang Tanpa Akhir

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ….
Ilaahi anta maqshuudi wa ridhooka mathluubi…

Kembali kita bersua dalam media yang sebagian atau mungkin anda memandang sebatas hanya maya.
Sebuah catatan kecil mengajak ingatan sederhana kami tuk berbagi qisah yang diqisahkan daripada para penghulu kami. Adalah hati dimana qisah itu berawal, dan akal yang senantiasa menemani.
Sebatang cerutu berbisik dengan segelas kopi harapan, disana duduk seorang lelaki pejalan dengan keadaan yang serba apa adanya dia. Ketidak mampuan, kelaparan, kekurangan, namun tak menghalangi senyum yang terukir diwajahnya malam ini.
Diatas wajahnya yang gagah tersirat rasa lelah yang bisa tergambar, ia berbisik :
” Wahai sahabat, apakah kita dapat terus bersama dalam keadaan ini..? ”
Aku pun terdiam sesaat mendengar pertanyaan lugu nan tulus yang menyiratkan kedalaman perasaan yang dirasa.
” Hmm.. Kita ada dalam kebersamaan, dalam genggaman penghulu kita. Tanpa pisah tanpa kesah.”
Sejenak ia terdiam dan menerawang jauh kedepan halaman Zawiyah yang dihiasi dengan pepohonan dan nyanyi riang hewan malam. Aku tersenyum kecil dan menyuguhkan kepadanya sebatang cerutu kesederhanaan.

( Al Markaz Shufiyyah Zawwiyah Ar Rahmaniyyah. Jakarta 050214 20.28 )

image

Advertisements

Al Markaz Shufiyyah Zawiyyah Ar-Rahmaniyyah

mawar4

Ahma hamitsa wa athma thamitsa..
Ilaahi anta maqshudi,
Keberadaan Kami hanyalah setetes Air dalam Lautan Ilusi,yg melepas Dahaga bgi Kaum2 minoritas,bagi Kaum2 yg dhoif,faqir dan Aniaya.
Mencintai kearifan dalam Warna Perbedaan.
Bersaudara dalam Perasaan Tersembunyi.
Ketiadaan Kami adlh keberadaan kalian,disini tak ada bukti dan pembuktian secara akademisi,karena bersifat Rahasia..Rahasia dan amat Rahasia..

The Way of Sufi

Tidak ada manusia yg dpt mmahami melebihi kapasitas pemiqiran seluruh’a tuk mngrti,dan krn alasan ni dgn tpat dikatakan,”Bicaralah sesuai dgn pemahaman yg diajak bicara”.
Sbgaimana msing2 manusia dpt mengetahui,krn’a ia kan beruntung.Jika laki2 atau perempuan hny berada pd tingkat pemiqiran yg Rendah,maka akan mencari dan mendapat kepuasan melalui persepsi Rendahnya..
Sprt diqisahkan bhwa Musa as,memanggil seorng penggembala sdrhana,pengumpat Tuhan,krn dia mndngar laki2 misqin itu sdg menawarkan diri tuk Menyisir Rambut Tuhan,mencuci JubahNya,dan mencium TanganNya.
Tuhan mmperingatkan Musa,scra tdk lngsng mngajarnya dri Pengalaman ni.Bhwa penggembala itu tdk memiliki Intelegensi atau Pengalaman tuk memahami atau menyadari bhwa Musa as berbicara mengenai Ketuhanan yg tdk Berbadan.
“Oleh krn itu,engkau hrus menyeru penyembah2Ku sedekat yg mrka mampu.Trdapat perubahan scra bertahap pd smw manusia,masing2 akan menyadari pa yg dpt disadari,dan pd tahap dimana ia menyadarinya”
Semoga bsa qt pahami bersama sepenggal qisah ni tuk qt Kembalikan pd yg BerHaq,wallahualam.

Apa yang Diajarkan Sufisme

Salamun ala manittaba’al huda..
Sufisme mengajarkan bagaimana menyucikan Jiwa,memperbaiki moral dan membangun Kehidupan Batiniah dan lahiriah untuk mencapai Kebahagiaan Abadi dan Haq.
Kebudayaan Sufi,yg mana merupakan pengembangan diri sendiri,menyadari apa yg Relevan,konsentrasi dan kontemplasi,pengembangan Dzauqiyah dan mengikuti Jalan Pencarian dan Makna Kedekatan.
Banyak yg mempertanyakan mengapa seorang Ahli Shufiyah tertentu tdk menampakan pd mata lahiriah mengikuti kehidupan keagamaan yg taat..?
Kami dgn segala KemurahanNya menjawab:
“Raja mengubur harta bendanya disalah satu dari dua tmpat.Prtama,dan yg jelas tampak,ada diruang istana yg kokoh,yg dapat dibongkar,dikosongkan atau dirampas.Lain’a,dan yg lebih Abadi,ada didalam Tanah,dalam Reruntuhan dimana tidak seorangpun akan berfiqir untuk mencarinya disana”
moga bisa qt jadikan pelajaran keluar dan kedalam,wallahualam.
Al Markasi Shufiyah Zawwiyah Ar-Rahmaniyyah

Jawaban seorang Bahauddin

Banyak pertanyaan,tetapi satu jawaban.Aq datang ke sebuah kota,dimana orang2 berkerumun..
Mereka berkata:”Darimana kau datang?”
Mereka berkata:”Kemana kau kan pergi?”
Mereka berkata:”Dalam rombongan apa kau bepergian?”
Mereka berkata:”Apa keturunanmu?”
Mereka berkata:”Apa warisanmu?”
Mereka berkata:”Apa pusakamu?”
Mereka berkata:”Siapa yg kau pahami?”
Mereka berkata:”Siapa yg memahami dirimu?”
Mereka berkata:”Apa doktrinmu?”
Mereka berkata:”Siapa yg mempunyai seluruh doktrin?”
Mereka berkata:”Siapa yg tdk mempunyai doktrin sama sekali?”
Aq berkata kpd mereka semua:
“Apa yg tampak banyak bagimu adalah Satu,apa yg tampak Sederhana sbnrnya tidak..apa yg tampak Rumit sbnrnya Mudah…
Dan jawaban tuk kalian semua adalah Kaum Shufi..”

Sungguh Indah ilmu Guru yg berada dalam Cahaya Lautan ilmuNya Allah.
Al Markasi Shufiyah.

Bunga dan Batu ( Qisah akhir hidup seorang sufi besar Syaikh Manshur Al-Hallaj

mawar2

Ketika Guru agung dan syuhada besar Manshur al Hallaj berada ditengah kerumunan,dihuqum krn “kemurtadan dan bid’ah” ,ia tidak menunjukan tanda2 kesaqitan saat tangan’a dipotong didpan umum.
Ketika kerumunan org melempar batu yg menyebabkan luka parah,ia tetap tenang.Hingga seorang Guru Sufi,sahabatnya,mendekati’a dan memberinya..Bunga.
Manshur berteriak seolah dalam siksaan.
Ia melakukan ni untuk menunjukan bhwa ia tdk dapat disakiti oleh perbuatan org2 yg mengira mrka berbuat Benar.Tetapi hanyalah Sentuhan dri org yg Tahu,seperti dia,bhwa diri’a dihuqum dan dituduh dgn tidak adil,jauh lbih Menyaqitkan bagi’a dari Siksaan apapun.
Manshur dan teman Sufi’a,tdk berdaya kendati mrka ada didepan tirani sprt itu,teringat akan pelajaran tsb.Sementara penganiaya2 mereka hampir terlupakan.
Saat sekarat,Syaikh Manshur al-Hallaj berkata:
“Orang2 didunia ini mencoba berbuat baik.Aq anjurkan engkau mencari sesuatu dimana bagian paling kecil’a lebih berarti daripada semua Kebaikan.,iya..itu adlh Pengetahuan tentang Kebenaran.”

mari qt renungkan dan fahami bersama qisah hiqmah dri akhir hidup seorang Ahlullah tsb.

Sekuntum Mawar ( QIsah Sufiyyah Tarekat Qodiriyyah)

Pada pintu masuk rmh Abdul Qadir al-Jillani suatu hari terlihat setangkai bunga didlm sbuah pot.Di bawah’a ada sbuah cttan:
“Cium ini dan tebak apakah ini?”
Masing2 yg menginginkan mnjd murid’a diberi alat tulis dan tlah diminta tuk menulis jwban’a.Jika dia mw,tuk teka-teki kt tsb.
Di akhir hari itu,Abdul Qadir mmbwa sbuah kotak berisi jwban kpd seorng murid’a.Dia berkata:
“Stiap org yg tlah mnjwb ‘sekuntum Mawar’ boleh tgl jika dia menginginkan tuk meneruskan pelajaran.Seseorg yg tdk menulis apa2,atau sesuatu yg lain dri ‘sekuntum Mawar’,pulanglah kalian!”
Seseorg brtanya,”Apakah tak dpt dihindarkan mnggunakan cara2 dangkal itu tuk memutuskan kecocokan bagi hal2 brsngkutan dgn murid?”
Guru Agung mnjwb,”Aq tw jwban2 kalian,tp aq ingin ‘memperlihatkan’ kpd smw yg lain,bhwa prnyataan2 yg dangkal,mengisyaratkan sifat2 Bathin”
Dan dia sgra stlh itu mmbwa kpd kelompok’a suatu daftar nama2 dri masing2 org yg tlah menulis ‘sekuntum Mawar’
Hal ini mnggmbarkan suatu makna dri ungkapan,”Kesederhanaan merupakan mata rantai menuju Kebenaran”
Apa yg tlah dilihat Abdul Qadir ‘didalam’ dpt diperlihatkan ‘ke luar’.Dgn cara ni,dan tuk alasan ini,adlh suatu jenis tertentu dri tingkah laku yg diinginkan dri para murid’a.

This WordPress.com site is the cat’s pajamas